Pencarian

Telkomsel Raup Pendapatan Rp55,6 Triliun di Paruh Pertama 2026, Laba Bersih Tembus Rp10,4 Triliun

Selasa, 04 Agustus 2026 • 14:51:31 WIB
Telkomsel Raup Pendapatan Rp55,6 Triliun di Paruh Pertama 2026, Laba Bersih Tembus Rp10,4 Triliun
Direktur Utama Telkomsel Nugroho memaparkan capaian pendapatan perusahaan pada paruh pertama 2026 dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

LAMPUNG — Kinerja solid di paruh pertama tahun ini tidak lepas dari meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan digital. Konsumsi data nasional naik 0,8 persen menjadi 11,8 juta terabyte, sebuah sinyal bahwa trafik internet pengguna Indonesia terus bertumbuh meski ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyebut pencapaian ini merupakan buah dari kepercayaan pelanggan dan konsistensi perusahaan menghadirkan layanan digital. "Capaian semester I-2026 merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan serta kerja bersama seluruh insan Telkomsel untuk terus melayani dengan sepenuh hati," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).

Nugroho juga menyampaikan apresiasi kepada Telkom Indonesia sebagai induk usaha serta Danantara Indonesia yang dinilai memperkuat arah transformasi, tata kelola, dan daya saing Telkom Group.

Bisnis Digital Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Jika dirinci, pendapatan bisnis mobile masih mendominasi dengan kontribusi Rp42,8 triliun, naik 5,6 persen. Namun yang menarik perhatian adalah lini bisnis digital yang melesat 11 persen menjadi Rp40,8 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa Telkomsel tidak lagi sekadar operator seluler konvensional, melainkan perusahaan teknologi yang menggarap ekosistem digital secara menyeluruh.

Pertumbuhan ini sejalan dengan strategi perusahaan yang gencar mengembangkan layanan di luar pulsa dan paket data tradisional, seperti konten digital, finansial, hingga solusi enterprise. Diversifikasi pendapatan ini menjadi tameng penting saat persaingan harga di bisnis inti seluler semakin tipis.

Efisiensi Terjaga, Margin EBITDA Menguat

Yang tak kalah penting, EBITDA naik 8,6 persen menjadi Rp26,1 triliun dengan margin membaik dari 44,6 persen menjadi 46,9 persen. Perbaikan margin ini menandakan bahwa pertumbuhan pendapatan tidak diiringi pembengkakan biaya yang tidak terkendali. Efisiensi operasional yang disiplin membuat setiap rupiah pendapatan lebih banyak terserap menjadi keuntungan.

Dengan tren ini, analis memperkirakan Telkomsel akan menutup tahun buku 2026 dengan kinerja yang lebih gemilang. Apalagi momentum liburan akhir tahun dan belanja kuota data yang biasanya meningkat pada kuartal IV masih menanti di depan.

Bagi pelanggan, kinerja keuangan yang sehat ini berarti keberlanjutan investasi jaringan. Telkomsel dinilai memiliki ruang fiskal lebih luas untuk terus memperluas cakupan 5G dan memperbaiki kualitas layanan di daerah-daerah yang selama ini masih mengeluhkan sinyal lemot.

Raihan ini sekaligus menjadi kabar baik bagi negara. Sebagai anak usaha BUMN, dividen yang disetor Telkomsel ke kas negara pada akhir tahun nanti berpotensi ikut naik seiring membaiknya profitabilitas perusahaan.

Follow www.lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks