JAKARTA — Pergerakan rupiah pada hari ini diperkirakan bakal fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Analis mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan mata uang Garuda akan bergerak di rentang Rp17.920 hingga Rp17.970 per dolar AS sepanjang perdagangan Jumat.
Pelemahan ini terjadi di tengah menurunnya ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed). Penurunan harga energi dinilai mendorong investor mengkalkulasi ulang peluang kenaikan suku bunga acuan AS.
Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Turun Drastis
Ibrahim menyebut probabilitas kenaikan suku bunga pada September 2026 kini hanya sekitar 55 persen. Angka ini turun signifikan dari level 67 persen yang tercatat hanya dua hari sebelumnya.
"Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 55 persen, turun dari 67 persen dua hari sebelumnya," ujarnya.
Para pelaku pasar masih menantikan rilis data ketenagakerjaan AS, khususnya laporan nonfarm payrolls yang dijadwalkan keluar pada Jumat ini. Sebelumnya, laporan ADP National Employment menunjukkan perekrutan tenaga kerja sektor swasta pada Juli mengalami perlambatan.
Data Ekonomi Domestik Jadi Sentimen Positif
Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 yang mencapai 5,29 persen menjadi penopang utama. Meski sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, realisasi tersebut melampaui ekspektasi pasar.
Capaian itu membuat pertumbuhan ekonomi semester I 2026 tercatat solid di angka 5,45 persen. Angka ini memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Sepanjang Agustus, pelaku pasar juga mengarahkan perhatian pada hasil peninjauan indeks MSCI serta pengumuman FTSE Russell pada periode 10–14 Agustus 2026. Kedua agenda tersebut berpotensi mempengaruhi aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.
Sementara itu, berdasarkan data Yahoo Finance, pada waktu yang sama rupiah berada di level Rp17.914 per dolar AS. Angka ini tercatat menguat dibandingkan pembukaan perdagangan kemarin yang berada di posisi Rp17.932 per dolar AS.