BANDAR LAMPUNG — Wahrul Fauzi Silalahi, S.H. resmi memimpin Karang Taruna Provinsi Lampung untuk masa bakti 2026–2031. Pria yang akrab disapa Wahrul ini terpilih secara aklamasi dalam Temu Karya Karang Taruna yang dihadiri perwakilan 15 kabupaten/kota se-Lampung, Sabtu (08/08/2026).
Kesepakatan itu lahir dari musyawarah seluruh ketua Karang Taruna kabupaten/kota. Tidak ada suara menolak dalam proses pemilihan, dan Wahrul langsung ditetapkan sebagai ketua terpilih di hari yang sama.
Modal Utama: Kebersamaan, Bukan Sekadar Kursi
Dalam sambutan perdananya, Wahrul mengaku amanah ini di luar dugaannya. Ia menyebut dukungan para ketua kabupaten/kota, senior, dan aktivis menjadi alasan utamanya menerima tanggung jawab tersebut.
"Terima kasih saya ucapkan atas segala doa dan dukungan dari para Ketua Kabupaten/Kota, para mantan pemimpin, para senior, dan seluruh kawan-kawan aktivis. Amanah ini tidak pernah terpikirkan oleh saya, namun karena kebersamaan dan keyakinan kita bersama, maka saya siap mengembannya," ujarnya di hadapan peserta Temu Karya.
Ia menegaskan jabatan ini bukan soal kekuasaan, melainkan amanah kolektif. Menurutnya, kejayaan organisasi hanya bisa dicapai jika seluruh jajaran bergerak bersama, bukan bekerja sendiri-sendiri.
Program Awal: Blusukan ke 15 Kabupaten/Kota
Wahrul tidak ingin organisasi berjalan di tempat. Langkah pertamanya setelah terpilih adalah melakukan silaturahmi kerja ke seluruh pengurus kabupaten/kota di Lampung.
Rencananya, ia akan menyambangi Lampung Barat, Mesuji, Way Kanan, Tanggamus, Pringsewu, Kota Metro, hingga Lampung Selatan. Tujuannya menyatukan persepsi dan menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan pemuda di akar rumput.
"Kita sadari bersama, Karang Taruna tumbuh secara organik di setiap RT, di setiap dusun, di setiap kampung. Maka tidak ada jalan lain — mari kita turun ke bawah. Kita sentuh mereka, kita dengar aspirasi mereka, kita berjuang bersama kawan-kawan kita di desa-desa," tegas Wahrul.
Kembalikan Karang Taruna ke Akar Rumput
Visi utama kepemimpinan Wahrul adalah mengembalikan fungsi Karang Taruna sebagai wadah aktivitas pemuda di tingkat desa dan kelurahan. Ia menilai selama ini organisasi terlalu fokus pada agenda seremonial di tingkat provinsi.
Ke depan, program kerja akan lebih banyak menyentuh pemberdayaan pemuda di pedesaan. Ia juga mendorong pengurus kabupaten/kota untuk aktif menjaring aspirasi dari pengurus ranting dan anak cabang.
"Mari kita bangun bersama, kita perkuat bersama, dan kita kembalikan kejayaan Karang Taruna di Provinsi Lampung ini. Dengan niat yang sama, semangat yang sama, jiwa yang sama — Insya Allah Karang Taruna Lampung akan semakin baik dan semakin hebat," tandasnya.
Temu Karya ditutup dengan deklarasi bersama. Seluruh peserta kompak meneriakkan yel-yel "KARANG TARUNA JAYA! JAYA! JAYA!" sebagai simbol dimulainya kepengurusan baru.