Pencarian

Inflasi Agustus Diperkirakan Tembus 0,2% (mtm), Harga Cabai Merah Naik 7,2%

Senin, 31 Agustus 2026 • 11:24:31 WIB
Inflasi Agustus Diperkirakan Tembus 0,2% (mtm), Harga Cabai Merah Naik 7,2%
Pedagang menata cabai merah di pasar tradisional, komoditas yang harganya naik 7,2% sepanjang Agustus.

LAMPUNG — Kenaikan harga bahan pangan dipastikan menjadi pendorong utama laju inflasi bulan lalu. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan hampir seluruh komoditas pangan strategis mengalami penguatan harga sepanjang Agustus.

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data resmi inflasi periode Agustus pada Selasa (1/9/2026). Berdasarkan konsensus yang dihimpun Bloomberg, median proyeksi para ekonom menempatkan inflasi bulanan di angka 0,2%.

Harga Pangan Kompak Naik, Cabai Jadi Biang Keladi

Catatan PIHPS mengungkapkan, harga cabai merah tercatat melesat 7,2% sepanjang Agustus. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dibandingkan komoditas pangan lainnya dan secara langsung menekan daya beli masyarakat di pasar tradisional.

Komoditas lain yang turut menyumbang tekanan inflasi antara lain:

  • Ayam ras: harganya menguat di sejumlah daerah sentra produksi dan konsumsi.
  • Beras: harganya cenderung stagnan tinggi di hampir seluruh provinsi.

Menariknya, dari pantauan PIHPS, hanya Provinsi Sulawesi Selatan yang mencatatkan penurunan harga beras, yakni tipis 0,35%. Artinya, tekanan harga pangan bersifat merata dan hampir tidak ada wilayah yang terhindar dari kenaikan.

Perbandingan dengan Bulan Sebelumnya

Proyeksi inflasi 0,2% (mtm) pada Agustus menunjukkan adanya percepatan jika dibandingkan dengan realisasi Juli yang berada di level 0,14%. Meski tipis, akselerasi ini mengonfirmasi bahwa tekanan harga pangan memang meningkat di tengah musim kemarau yang biasanya mempengaruhi pasokan.

Dengan angka tersebut, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) juga berpotensi mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, konsensus Bloomberg belum membeberkan proyeksi spesifik untuk laju inflasi tahunan.

Apa Artinya bagi Bank Indonesia?

Data inflasi yang akan dirilis besok menjadi sinyal penting bagi arah kebijakan moneter. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) konsisten berada dalam mode kebijakan yang fokus pada stabilitas nilai tukar rupiah.

Angka inflasi yang masih terkendali di kisaran 0,2% per bulan memberikan ruang bagi otoritas moneter untuk menahan suku bunga acuan. Namun, dorongan inflasi dari sisi pangan akan menjadi perhatian utama, mengingat komponen ini sangat sensitif terhadap daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

Tekanan harga pangan yang berkelanjutan biasanya memicu inflasi inti melalui ekspektasi pedagang. Karena itu, pasar akan mencermati apakah tren kenaikan harga pangan ini hanya fenomena jangka pendek atau akan berlanjut hingga kuartal keempat.

Investasi mengandung risiko. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

Follow www.lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks