Sebanyak 100 personel tim penyuluh Markas Besar (Mabes) TNI mulai diterjunkan ke sejumlah wilayah di Lampung untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi menyebut langkah ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang diteruskan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
BANDARLAMPUNG — Ratusan personel penyuluh dari Mabes TNI akan disebar ke berbagai daerah di Lampung selama kurang lebih satu bulan ke depan. Mereka bertugas memberikan edukasi dan sosialisasi langsung kepada warga yang tinggal di wilayah rawan karhutla.
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan, kehadiran tim ini menjadi respons atas arahan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto terhadap instruksi Presiden RI Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah memperkuat langkah pencegahan serta memastikan kecepatan merespons setiap titik panas agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Kristomei menjelaskan, para personel penyuluh akan diterjunkan ke berbagai wilayah di jajaran Korem 043/Gatam. Penyuluhan dilakukan secara bertahap dengan menyasar masyarakat di titik-titik yang selama ini paling sering memicu kemunculan titik api.
"Kehadiran penyuluh Mabes TNI di Lampung merupakan respons atas arahan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto terhadap instruksi Presiden RI Prabowo Subianto mengenai pentingnya memperkuat langkah pencegahan," kata Kristomei dalam keterangannya di Bandarlampung, Kamis.
Menurut Pangdam, pendekatan preventif melalui edukasi masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam pengendalian karhutla. Dengan meningkatkan kesadaran sejak dini, potensi munculnya titik api dapat ditekan sebelum berubah menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan.
"Tentunya kami mengapresiasi kehadiran para penyuluh dari Mabes TNI ini. Pendekatan preventif melalui edukasi masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam pengendalian karhutla," ujarnya.
Kristomei berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, lembaga penanggulangan bencana, dan masyarakat dapat berjalan lebih cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini dinilai penting agar setiap titik panas yang muncul bisa langsung ditangani sebelum meluas.
"Kami berharap melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, lembaga penanggulangan bencana, dan masyarakat, upaya pencegahan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, terpadu, dan berkelanjutan," ucap Kristomei.
Lampung sendiri termasuk provinsi yang kerap menghadapi ancaman karhutla, terutama saat memasuki musim kemarau. Kehadiran tim penyuluh ini diharapkan mampu menekan jumlah titik panas melalui peningkatan kesadaran warga dalam mengelola lahan tanpa membakar.