Pencarian

Karhutla Picu 50.891 Kasus ISPA hingga Agustus, 12.600 Diidap Balita

Rabu, 02 September 2026 • 21:25:01 WIB
Karhutla Picu 50.891 Kasus ISPA hingga Agustus, 12.600 Diidap Balita
Plt Dirjen P2P Kemenkes Andi Saguni memaparkan data 50.891 kasus ISPA akibat karhutla dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

LAMPUNG — Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes Andi Saguni menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Angka itu merupakan akumulasi pemantauan sejak munculnya potensi peningkatan kebakaran lahan pada dua bulan terakhir.

"Sampai saat ini ISPA sejak kami pantau terutama bulan Juli dan Agustus setelah ada potensi terjadinya peningkatan kebakaran, asap kebakaran daripada karhutla ini, itu terkumpul total kumulatif kasus ISPA sejak bulan Juli-Agustus itu sebanyak 50.891 kasus," ujar Andi.

Adapun kasus ISPA yang tercatat pada hari ini mencapai 451 kasus. Angka ini masih berpotensi bertambah mengingat musim kemarau dan titik api di sejumlah wilayah belum sepenuhnya terkendali.

Kalimantan Utara Minim Titik Api, Kasus Justru Meningkat

Peningkatan kasus tidak hanya terjadi di daerah yang menjadi episentrum karhutla. Data surveilans Kemenkes menunjukkan tren serupa terjadi di hampir seluruh provinsi di Pulau Kalimantan, termasuk Kalimantan Utara—wilayah yang relatif minim titik api.

"Kebakaran hutan dan lahan di sana (Kalimantan Utara) itu nyaris belum ada. Tetapi peningkatan kasus ISPA itu kalau kita lihat data surveilans tadi itu meningkat," kata Andi.

Kondisi ini terjadi karena pergerakan asap tidak mengenal batas administratif. Partikel halus dari wilayah karhutla terbawa angin lintas provinsi, sehingga memicu gangguan saluran pernapasan di daerah yang secara geografis jauh dari sumber api.

63 Kabupaten/Kota Alami Tren Kenaikan Kasus

Dibandingkan periode yang sama pada 2025, Kemenkes mencatat kasus ISPA tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 63 kabupaten dan kota di Indonesia tercatat mengalami tren kenaikan kasus.

"Kami catat bahwa jumlah kabupaten kota yang meningkat kasus ISPA di tahun 2026 ini ada sebanyak 63 kabupaten kota," pungkas Andi.

Kelompok balita menjadi perhatian serius lantaran sistem imun mereka masih rentan terhadap paparan asap. "Untuk total kumulatif kasus ISPA dari bulan Juli sampai Agustus, di bawah usia 5 tahun sebanyak 12.600 dan di atas 5 tahun sebesar 38.291," papar Andi.

Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala ISPA seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau demam tinggi.

Follow www.lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks