Pencarian

Kemendagri Tegaskan KDKMP Bukan Sekadar Toko Sembako, Ini Rancangan Pusat Ekonomi Desa Terintegrasi di Lampung

Sabtu, 05 September 2026 • 14:00:31 WIB
Kemendagri Tegaskan KDKMP Bukan Sekadar Toko Sembako, Ini Rancangan Pusat Ekonomi Desa Terintegrasi di Lampung
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan KDKMP dirancang sebagai pusat pelayanan ekonomi desa terintegrasi, bukan sekadar toko sembako.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirancang sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi, bukan sekadar koperasi simpan pinjam atau toko eceran. Program yang digadang memangkas rantai distribusi ini disebut akan menyerap berbagai kebutuhan layanan publik hingga kemitraan strategis di tingkat desa dan kelurahan di Lampung.

BANDARLAMPUNG — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memiliki cakupan fungsi yang jauh lebih luas dari sekadar unit usaha perdagangan eceran. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyebut koperasi ini kelak menjadi simpul utama aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di tingkat desa dan kelurahan.

"KDKMP ini akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi," kata Bima Arya di Bandarlampung, Jumat.

Rancangan Fungsi: Simpan Pinjam Hanya Salah Satu Layanan

Bima Arya menjelaskan, integrasi yang dimaksud mencakup kebutuhan pokok masyarakat, layanan administrasi pemerintah, hingga kerja sama bisnis dengan mitra strategis. Keberadaan unit simpan pinjam hanyalah satu dari sekian banyak layanan yang bakal tersedia.

"Simpan pinjam itu salah satu saja, di dalamnya bisa ada toko sembako, apotek, dan berbagai layanan lainnya," ujarnya.

Ia menekankan pemahaman utuh mengenai tujuan pembentukan KDKMP sangat diperlukan. Tanpa pemahaman yang benar, program ini dikhawatirkan bakal direduksi hanya menjadi kegiatan jual beli barang eceran semata.

Target Strategis: Memangkas Rantai Distribusi dan Menekan Inflasi

Kehadiran KDKMP ditargetkan mampu memangkas rantai distribusi dengan mengurangi peran perantara atau middleman. Dengan begitu, alur distribusi barang diharapkan lebih langsung dari produsen ke konsumen.

Skema ini dinilai berdampak ganda: menekan harga di tingkat konsumen sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah. Selain itu, keberadaan koperasi ini diharapkan membuka lapangan pekerjaan baru dan menggerakkan aktivitas ekonomi warga desa.

"Karena ini milik keluarga Indonesia, maka semua akan terlibat di sini. Kami mohon para kepala daerah membuka ruang bagi keterlibatan keluarga di KDKMP," kata Bima Arya.

Sinergi dengan Program Makan Bergizi Gratis

Pemerintah pusat juga mendorong keterpaduan antara pengembangan KDKMP dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah daerah dinilai telah menunjukkan potensi pengembangan yang baik untuk kedua program tersebut.

Menurut Bima Arya, kolaborasi keduanya dapat membangun ekosistem ekonomi bersama di tingkat desa. Dalam skema ini, KDKMP berperan sebagai agregator yang mendorong efek berganda bagi perekonomian lokal.

"KDKMP dan MBG harus selaras, berjalan seiringan, membangun ekosistem bersama," katanya menegaskan.

Follow www.lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks