LAMPUNG — Transit berjam-jam di bandara kerap menjadi momok melelahkan, terutama bagi keluarga yang bepergian dengan anak-anak. Namun, kabar dari Airport Ranking and Hotels ini bisa mengubah cara pandang Anda terhadap waktu tunggu penerbangan. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, dinobatkan sebagai salah satu bandara dengan pilihan kuliner terbaik di dunia.
Dalam riset yang dirilis pada awal September 2026, Soetta mengumpulkan skor 133 dan menempati posisi keenam. Posisi ini sekaligus menjadikan Soetta satu-satunya bandara Indonesia yang berhasil menembus jajaran 10 besar global, mengungguli bandara-bandara raksasa seperti JFK di New York dan Istanbul Airport di Turki.
Pilihan kuliner memang menjadi nilai jual utama sebuah bandara bagi penumpang transit. Semakin beragam pilihan makanan, semakin nyaman pula penantian penerbangan berikutnya.
Soetta bertengger di bawah raksasa Asia Tenggara, Singapore Changi Airport yang memuncaki daftar dengan skor 247. Changi memang terkenal dengan pusat kuliner harga terjangkau hingga restoran premium di kompleks Jewel. Penumpang di sana bisa menikmati nasi ayam, laksa, nasi lemak, hingga dim sum tanpa harus keluar dari area bandara.
Di urutan ketujuh, tepat di bawah Soetta, terdapat Ninoy Aquino International Airport (NAIA) Manila, Filipina, dengan skor 131. Posisi ini menempatkan Soetta dan NAIA sebagai dua bandara Asia Tenggara yang dianggap serius dalam urusan gastronomi, berbanding lurus dengan kekayaan kuliner negara masing-masing.
Kehadiran Soetta di daftar ini menarik dicermati. Berbeda dengan bandara di Amerika Serikat atau Jepang yang mengusung konsep food court terpusat, Soetta memiliki tantangan tersendiri dalam mendistribusikan tenant kuliner di tiga terminal penumpangnya yang luas.
Bagi Anda yang akan terbang atau transit di Soetta dalam waktu dekat, berikut beberapa poin yang perlu diperhatikan:
Masuknya Soetta ke peringkat dunia ini merupakan pengakuan internasional atas upaya pengelola dalam menghadirkan ragam cita rasa Indonesia di satu lokasi. Bagi Anda yang kurang beruntung memiliki waktu transit panjang di bandara lain, pengalaman kuliner di Soetta setidaknya menawarkan satu alasan untuk tidak terburu-buru—atau bahkan sengaja datang lebih awal.