Pencarian

Gempa Manggarai Timur: 30.098 Warga Mengungsi, 40 Tewas, Ribuan Rumah Rusak

Sabtu, 05 September 2026 • 08:36:31 WIB
Gempa Manggarai Timur: 30.098 Warga Mengungsi, 40 Tewas, Ribuan Rumah Rusak
Warga mengungsi di halaman rumah yang masih berdiri di Sambi Rampas, Manggarai Timur, menyusul gempa yang mengguncang wilayah tersebut.

LAMPUNG — Konsentrasi pengungsi terbesar berada di dua kecamatan yang menjadi episentrum terdampak. Data Posko Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana setempat mencatat 12.635 orang mengungsi di Sambi Rampas dan 11.582 orang di Lamba Leda Utara, atau mencakup lebih dari 80 persen total pengungsi. Mayoritas warga di kedua wilayah ini tidak menempati tenda terpusat, melainkan mendirikan posko mandiri di tanah lapang atau halaman rumah yang masih berdiri.

Sebaran pengungsi lainnya tersebar di Borong (1.743 orang), Lamba Leda (1.215 orang), Lamba Leda Selatan (1.080 orang), dan Elar (685 orang). Kecamatan dengan jumlah pengungsi terkecil tercatat di Elar Selatan dengan 25 orang.

Rumah Sakit Darurat dan Ibu Hamil Jadi Prioritas Penanganan

Dari total 683 korban jiwa yang terdampak langsung, 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang luka ringan. Kelompok rentan menjadi perhatian khusus petugas: sebanyak 459 ibu hamil kini berada di berbagai posko, dengan jumlah terbanyak di Sambi Rampas (124 orang) dan Borong (51 orang). Mereka membutuhkan layanan pemeriksaan kandungan serta fasilitas persalinan darurat yang memadai.

Kerusakan infrastruktur tidak hanya melanda rumah tinggal. Sekolah, puskesmas, jembatan, irigasi, hingga jaringan air bersih dan sanitasi hancur. Lamba Leda Utara dan Lamba Leda Selatan tercatat sebagai wilayah dengan kerusakan terparah. Puluhan ruas jalan penghubung antarkecamatan terputus, menghambat distribusi logistik ke lokasi pengungsian yang sulit dijangkau.

Akses Terputus dan Upaya Percepatan Distribusi Bantuan

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah (Prokopim) Manggarai Timur, Jeany Wajong, mengakui keterbatasan akses menjadi kendala terbesar di lapangan. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, tim SAR, dan relawan saat ini memprioritaskan pembukaan jalur logistik serta pendirian tenda darurat.

"Angka-angka ini bukan sekadar data, ini warga kita yang kehilangan rumah, keluarga, dan tempat berlindung. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan tenda darurat, makanan, pelayanan medis, dan pemulihan jalur transportasi segera terjangkau di setiap titik pengungsian," ujar Jeany kepada CNNIndonesia.com, Kamis (2/9).

Ia menambahkan, pembaruan data akan dilakukan secara transparan dan berkala. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat luas dapat memantau perkembangan penanganan bencana serta memastikan bantuan tepat sasaran, terutama bagi warga di kecamatan terpencil yang belum tersentuh logistik sejak hari pertama gempa.

Follow www.lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks