Rotary Club of Radin Intan Lampung menyatakan komitmennya membangun saluran irigasi pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lampung Selatan. Program bantuan yang menyasar kebutuhan pengairan lahan ini disampaikan langsung dalam audiensi dengan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama di ruang kerja bupati, Kamis (3/9).
LAMPUNG SELATAN — Pembangunan saluran irigasi pertanian menjadi fokus baru program sosial Rotary Internasional di Lampung Selatan. Organisasi layanan masyarakat global itu menilai kabupaten ini punya potensi pertanian besar yang belum didukung infrastruktur pengairan memadai.
Presiden Rotary Club of Radin Intan Lampung Tri Gunadi Widjaja menyebut, bantuan sosial yang selama ini disalurkan akan lebih tepat sasaran bila diarahkan untuk membangun jaringan irigasi. Manfaatnya dinilai jauh lebih luas ketimbang bantuan konsumtif.
"Lampung Selatan memiliki potensi pertanian yang besar. Karena itu, kami berharap program bantuan sosial untuk ketahanan pangan dapat diarahkan pada pembangunan irigasi, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat pertanian secara lebih luas," kata Tri Gunadi.
Rotary Internasional bukan kali pertama menanamkan dana di sektor pengairan Lampung. Sebelumnya, program serupa telah dijalankan di Kabupaten Lampung Tengah dan Pesawaran.
Di Lampung Selatan, pembangunan saluran irigasi lewat program tersebut diklaim sudah mulai berjalan di Kecamatan Natar. Tri Gunadi berharap dukungan penuh pemerintah kabupaten bisa mempercepat pelaksanaan sekaligus membuka peluang pengembangan jaringan di kawasan pertanian lain yang masih kekurangan akses air.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan pemerintah daerah tidak menutup diri terhadap kontribusi lembaga mana pun selama menyentuh hajat hidup warga. Dia menyambut baik rencana pembangunan irigasi itu sebagai salah satu pengungkit produktivitas petani.
"Prinsipnya saya welcome. Apalagi program ini langsung menyentuh masyarakat. Kalau ada pihak yang ingin berkontribusi untuk Lampung Selatan, tentu harus kita dukung dan kita berikan pelayanan yang terbaik," ujar Egi.
Tak sekadar memberi restu, bupati meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat turun tangan melakukan pendampingan teknis. Instruksi itu mencakup identifikasi kebutuhan di lapangan serta pemetaan titik-titik sawah yang paling mendesak mendapatkan pasokan air.
"Untuk jajaran PUPR, tolong dibantu. Ada orang yang mau berkontribusi, ada yang ingin membantu masyarakat kita. Apa yang bisa kita bantu, kita berikan yang terbaik," kata dia menambahkan.
Egi menilai, kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan dunia usaha menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya bergantung pada kemampuan anggaran daerah. Partisipasi organisasi seperti Rotary dinilai mampu memperkuat fondasi ketahanan pangan dari sisi infrastruktur dasar.
Dengan adanya pendampingan teknis dari PUPR, program irigasi diharapkan berjalan sesuai standar dan tepat sasaran. Dampak jangka panjangnya, akses pengairan lahan pertanian di Lampung Selatan kian luas dan produktivitas petani meningkat.