Pencarian

23 Titik Panas Terdeteksi di 5 Kabupaten Lampung, Lampung Tengah Terbanyak Capai 9 Titik

Kamis, 06 Agustus 2026 • 12:21:01 WIB
23 Titik Panas Terdeteksi di 5 Kabupaten Lampung, Lampung Tengah Terbanyak Capai 9 Titik
Citra satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 merekam 23 titik panas di lima kabupaten di Provinsi Lampung pada Rabu lalu.

LAMPUNG TENGAH — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung merilis data pemantauan sebaran titik panas terbaru. Pemantauan menggunakan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 merekam kemunculan titik panas sepanjang Rabu lalu dengan radius resolusi piksel 321 meter.

Data tersebut menjadi peringatan dini bagi masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan yang terdeteksi kemunculan titik panas.

Lampung Tengah Penyumbang Titik Panas Terbanyak

Kabupaten Lampung Tengah mendominasi sebaran hotspot dengan total 9 titik. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Bandar Mataram menjadi wilayah paling rawan dengan 5 titik panas yang terekam pada tiga waktu berbeda, yakni pukul 08.47 WIB, 13.10 WIB, dan 13.27 WIB.

Masih di kabupaten yang sama, Kecamatan Terusan Nunyai menyumbang 2 titik panas yang terdeteksi pada pukul 13.10 WIB dan 13.27 WIB. Sementara itu, Kecamatan Punggur dan Kecamatan Rumbia masing-masing tercatat 1 titik panas.

Sebaran Titik Panas di Empat Kabupaten Lainnya

Kabupaten Lampung Timur menyusul dengan 7 titik panas, menjadikannya wilayah dengan kontribusi terbesar kedua. Adapun Kabupaten Lampung Utara terdeteksi 5 titik panas, Lampung Selatan 2 titik panas, dan Way Kanan 1 titik panas.

Seluruh titik panas yang terekam berada pada tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa indikasi kebakaran lahan pada titik-titik tersebut cukup kuat dan perlu diwaspadai.

Imbauan Kewaspadaan Karhutla di Lampung

BMKG Lampung mengimbau masyarakat yang beraktivitas di area perkebunan maupun lahan terbuka untuk tidak membakar lahan secara sembarangan. Musim kemarau membuat vegetasi kering mudah terbakar dan api dapat menjalar dengan cepat.

Pihak terkait di tingkat kabupaten diharapkan memantau perkembangan titik panas secara berkala dan menyiapkan langkah mitigasi apabila karhutla mulai muncul di permukiman atau kawasan produktif.

Follow www.lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarlampung.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks