BANDAR LAMPUNG — BPBD Kota Bandar Lampung menyalurkan air bersih ke dua lokasi yang warganya kesulitan mendapatkan air akibat sumur yang mengering. Total sebanyak 122 kepala keluarga (KK) atau sekitar 560 jiwa terdampak kekeringan di dua kelurahan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, mengatakan pendistribusian pertama dilakukan sekitar pukul 10.16 WIB di Jalan Raya Suban, RT 10, Lingkungan I, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang. Sebanyak 70 KK atau sekitar 300 jiwa di lokasi ini mengalami kesulitan air bersih.
Dua Titik Distribusi: Panjang dan Sukabumi
Beberapa jam kemudian, bantuan kembali disalurkan ke wilayah Kecamatan Sukabumi. Sekitar pukul 12.08 WIB, mobil tangki BPBD tiba di Jalan Raya Suban, Kampung Batu Suluh, RT 17, Lingkungan II, Kelurahan Way Laga.
"Di lokasi tersebut, sebanyak 52 KK atau sekitar 260 jiwa terdampak kekeringan setelah sumur milik warga mengalami kekeringan," kata Idham dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Koordinasi dengan Kelurahan dan Linmas
Dalam proses penyaluran ini, BPBD Kota Bandar Lampung berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Pidada dan Linmas. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan air bersih tepat sasaran dan diterima langsung oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Idham menambahkan, total keseluruhan penerima bantuan pada hari itu mencapai 122 KK atau sekitar 560 jiwa yang tersebar di dua wilayah tersebut.
Kekeringan Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Peristiwa ini menegaskan bahwa persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi perhatian serius di sejumlah titik Kota Bandar Lampung. Ketika musim kemarau melanda, sumur-sumur warga yang menjadi sumber utama justru mengalami kekeringan.
BPBD setempat diharapkan terus memantau kondisi wilayah rawan kekeringan agar respons pendistribusian air bersih bisa dilakukan lebih cepat sebelum warga kehabisan stok air untuk kebutuhan sehari-hari.