KALIANDA — Radityo Egi Pratama mengakui kondisi jalan di kawasan tersebut sudah sangat memprihatinkan. Dari pantauannya di lapangan, hampir seluruh badan jalan mengalami kerusakan berat dan menyulitkan mobilitas warga yang melintas setiap hari.
"Saya selaku bupati menghaturkan permintaan maaf kalau jalannya belum bagus. 30 persen rusak, 70 persen rusak banget," kata Radityo di Kalianda, Senin.
Pengakuan itu disampaikan Radityo setelah mendengar langsung keluhan masyarakat setempat. Ia menyebut, tanpa kunjungan ke lokasi, dirinya tidak akan pernah tahu seberapa parah kerusakan infrastruktur di pelosok desa tersebut.
Respons Cepat Pemkab Lampung Selatan
Arahan bupati langsung ditindaklanjuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan Hendry Kurniawan memastikan perbaikan jalan masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah pada 2026.
"Tidak perlu berpikir lama. Bupati Lampung Selatan langsung menindaklanjuti, dan jalan penghubung kedua desa tersebut akan diperbaiki pada tahun 2026 ini," ujar Hendry.
Hendry menambahkan, langkah ini merupakan wujud nyata penyerapan aspirasi masyarakat. Pemerintah kabupaten berkomitmen merespons cepat kebutuhan warga, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur dasar.
Manfaat Perbaikan Jalan bagi Warga Dua Desa
Ruas jalan yang akan diperbaiki merupakan akses utama antara Desa Tanjung Baru dan Desa Baru Ranji. Kondisi aspal yang rusak selama ini membuat warga kesulitan mengangkut hasil pertanian dan menjalankan aktivitas ekonomi harian.
Perbaikan jalan diharapkan memperlancar mobilitas warga serta memperkuat konektivitas antarwilayah. Dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat dalam mendukung kegiatan sehari-hari, baik untuk mengangkut hasil bumi maupun akses layanan publik.
Penanganan ruas jalan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintahan Radityo Egi Pratama dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah perdesaan. Dengan adanya kepastian jadwal perbaikan, warga dua desa di Kecamatan Merbau Mataram kini memiliki harapan baru untuk menikmati akses jalan yang lebih layak dan aman.