Pencarian

Harga Mentimun di Bandar Lampung Naik ke Rp 15.000 per Kilogram, Pedagang Pasar Pasir Gintung Keluhkan Omzet Turun

Senin, 10 Agustus 2026 • 17:28:31 WIB
Harga Mentimun di Bandar Lampung Naik ke Rp 15.000 per Kilogram, Pedagang Pasar Pasir Gintung Keluhkan Omzet Turun
Harga mentimun di Pasar Pasir Gintung, Bandar Lampung, tercatat naik menjadi Rp 15.000 per kilogram.

BANDAR LAMPUNG — Pedagang sayur di Pasar Pasir Gintung, Bandar Lampung, mencatat penurunan omzet di tengah lonjakan harga komoditas yang terjadi sejak awal musim kemarau. Kondisi ini memaksa pembeli untuk mengurangi jumlah belanja, sementara sayuran tidak bisa disimpan lama karena cepat layu.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada mentimun, tetapi juga kacang panjang, buncis, dan jagung muda. Pedagang menyebut lonjakan harga sudah terjadi di tingkat pasar induk, sehingga mereka tidak memiliki ruang untuk menyesuaikan margin keuntungan.

Pedagang: Harga Naik dari Pasar Induk, Pembeli Kurangi Volume Belanja

Siti, seorang pedagang sayur di Pasar Pasir Gintung, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terasa sejak barang tiba dari pemasok. Ia tidak bisa menjual lebih murah karena modal yang dikeluarkan sudah tinggi.

"Kenaikan harga ini memang sudah dari pasar induk, jadi kami juga tidak bisa menjual lebih murah. Pembeli sekarang banyak yang mengurangi jumlah belanja karena harganya naik. Akibatnya omzet kami ikut menurun, padahal sayuran tidak bisa disimpan lama karena cepat layu dan membusuk," ujar Siti akhir pekan lalu.

Daftar Harga Sayuran yang Naik di Pasar Pasir Gintung

Berdasarkan pantauan di lokasi, berikut pergerakan harga sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan:

  • Mentimun: dari Rp 9.000-Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram
  • Kacang panjang: mencapai Rp 150.000 per ikat grosir
  • Buncis dan jagung muda: naik seiring berkurangnya pasokan dari daerah produksi

Adapun komoditas lain seperti selada, kubis, sawi, dan tomat masih relatif stabil. Tomat misalnya, masih bertahan di kisaran Rp 13.000 per kilogram.

Pembeli Mengaku Harus Mengatur Ulang Uang Belanja Harian

Kenaikan harga sayuran ini langsung dirasakan warga yang biasa berbelanja harian di pasar tradisional. Rina, salah seorang pembeli, mengaku terpaksa memangkas porsi belanja sayurnya.

"Biasanya saya beli dua kilogram timun, sekarang cukup satu kilogram saja karena harganya sudah naik," kata Rina.

Hal senada disampaikan Yuni, pembeli lainnya. Ia menyebut hampir semua jenis sayuran yang biasa dibeli mengalami kenaikan, sehingga harus lebih selektif dalam memilih barang.

"Hampir semua sayuran yang biasa dibeli naik. Jadi sekarang harus lebih pintar memilih dan menyesuaikan dengan uang belanja," ujarnya.

Pedagang Berharap Harga Kembali Normal Meski Musim Kemarau Masih Berlangsung

Para pedagang berharap harga sayuran dapat segera kembali stabil meskipun musim kemarau diperkirakan masih berlangsung. Pasokan dari sentra produksi yang berkurang akibat cuaca kering menjadi penyebab utama gejolak harga ini.

Dengan harga yang kembali normal, daya beli masyarakat diharapkan meningkat sehingga aktivitas jual beli di Pasar Pasir Gintung dapat kembali berjalan seperti biasa.

Follow www.lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks