LAMPUNG — Yogyakarta memiliki daya listrik yang cukup besar untuk menopang aktivitas ekonomi warganya. PLN mencatat beban puncak tertinggi di DIY saat ini baru sekitar 65 persen dari total kapasitas yang terpasang. Artinya, masih ada cadangan daya signifikan yang siap dialokasikan untuk kebutuhan baru, baik dari sektor industri, pendidikan, maupun investor yang ingin masuk.
“Alhamdulillah pasokan listrik di DIY sangat aman. Beban puncak maksimum masih di kisaran 65 persen. Untuk investor apa pun yang masuk ke DIY, insya Allah bisa kami layani dengan baik,” ujar Deri Prasetio Utomo di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (12/8).
Struktur Layanan Baru di Bawah PLN UID Yogyakarta
Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan yang juga membahas operasional PLN UID Yogyakarta sebagai unit mandiri. Kini, PLN UID Yogyakarta membawahi tiga Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
UP3 Sleman melayani wilayah Kabupaten Sleman, UP3 Sedayu mencakup Kabupaten Kulonprogo dan Bantul, serta UP3 Yogyakarta dan Wonosari menangani Kota Yogyakarta dan Kabupaten Gunungkidul. Dengan struktur baru ini, PLN berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan untuk masyarakat.
“Kami akan berupaya seoptimal mungkin dalam hal peningkatan kualitas pelayanan dari sisi kelistrikan untuk masyarakat Yogyakarta,” tambah Deri.
Target 26 SPKLU Baru untuk Dukung Kendaraan Listrik
Selain memastikan pasokan listrik, PLN juga memperkuat infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Hingga saat ini, sudah ada 33 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang beroperasi di DIY. Jumlah itu akan terus bertambah seiring target pembangunan 26 SPKLU baru hingga akhir 2026.
Penambahan ini menyasar kebutuhan wisatawan dan penduduk yang mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata memiliki mobilitas kendaraan tinggi, sehingga keberadaan SPKLU menjadi kebutuhan mendesak.
“Sehingga nanti wisatawan atau penduduk dari timur, utara, barat, selatan itu sudah terkover semua dengan stasiun pengisian mobil listrik,” jelas Deri.
Pengembangan SPKLU ini merupakan bagian dari penyesuaian layanan PLN terhadap perubahan kebutuhan masyarakat. Infrastruktur ini diharapkan mampu mendukung transisi energi sekaligus mendorong masyarakat beralih ke kendaraan ramah lingkungan di tengah tingginya mobilitas harian di wilayah DIY.