LAMPUNG — Pameran properti berskala besar ini tidak hanya memamerkan unit rumah, tetapi juga menjadi ajang kolaborasi ekosistem perumahan. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, hadir langsung dalam pembukaan acara dan menegaskan komitmen perseroan mendukung Program 3 Juta Rumah yang digagas pemerintah.
"Melalui program ini, BRI ingin memperluas akses pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Dengan bunga yang kompetitif, uang muka ringan, dan berbagai benefit tambahan, kami berharap semakin banyak masyarakat dapat mewujudkan kepemilikan hunian," ujar Hery dalam keterangan resminya. Skema Kredit Ringan dan Bebas Biaya
BRI mematok suku bunga fixed rate mulai 2,75 persen dengan tenor pembiayaan maksimal 30 tahun. Skema ini membuat cicilan bulanan bisa ditekan mulai dari Rp 1 jutaan, tergantung harga properti dan durasi pinjaman.
Selama periode pameran, BRI juga menggratiskan biaya provisi dan administrasi untuk realisasi KPR hingga 30 September 2026. Pengunjung yang datang ke booth BRI dapat langsung berkonsultasi dan melakukan simulasi pembiayaan untuk menyesuaikan kemampuan finansial mereka. Voucher Belanja dan KKB Hingga Rp 1,5 Miliar
Untuk menarik minat pengunjung, BRI meluncurkan Program 131 Tahun BRI dengan konsep 1 pengajuan KPR, 3 benefit dalam satu event. Nasabah yang mengajukan KPR di pameran berkesempatan mendapatkan fasilitas cicilan kartu kredit 0 persen hingga 36 bulan untuk pembelian furnitur dan peralatan rumah tangga.
Selain itu, BRI menyediakan pre-approval Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan plafon hingga Rp 1,5 miliar. Tersedia juga hadiah langsung berupa voucher belanja hingga Rp 500 ribu melalui mekanisme Wheel of Fortune bagi pengunjung yang melengkapi dokumen pengajuan dan membayar biaya pemesanan selama acara berlangsung. Harga Hunian Mulai Rp 120 Juta
Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menyebut pameran ini menjangkau seluruh segmen pasar. Harga hunian yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 120 juta untuk rumah subsidi hingga Rp 2-3 miliar untuk properti premium.
"Jadi kita cover semua segmen yang ada," kata Rosan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, menambahkan bahwa pameran ini menjadi platform yang mempertemukan masyarakat dengan pengembang, perbankan, dan pelaku industri dalam satu ekosistem. Ia berharap kegiatan ini mendorong transaksi nyata, mempercepat penyerapan hunian, serta menciptakan efek berganda bagi perekonomian dan lapangan kerja.
"Dan yang lebih penting, saya berharap kegiatan ini dapat mendorong transaksi nyata, mempercepat penyerapan hunian, menggerakkan industri perumahan, serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian dan lapangan kerja," ujar Maruarar.
Pembukaan acara juga dihadiri Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, serta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih. Kehadiran Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) dalam satu lokasi memberi kesempatan bagi calon pembeli untuk membandingkan pilihan hunian sekaligus mengakses fasilitas pembiayaan secara langsung.